Idulfitri, Hari Raya Kemenangan Umat Islam

Tema Idul Fitri

I. Gambaran lumrah Idulfitri
– Perayaan Idulfitri untuk Pemeluk Islam tampaknya semacam” Furid” yang tidak bisa terlewatkan. Momen sama- sama maaf- memaafkan, memberi hadiah serta kisah, sampai bersilaturahim ke sanak kerabat ataupun partner ialah bagian dari keramaian itu. Menyongsong” Hari Kemenangan di Bulan Syawal” dengan hal- hal positif memanglah sangat direkomendasikan terlebih sangat ampuh dalam melepas rasa bersalah serta rindu pada seseorang.

II. Asal usul Hari Raya Kemenangan, Idulfitri
Tetapi apakah anda tahu asal usul awal Idulfitri? tidak banyak orang mengenali kisah hangat dan apik ini jadi biar kita jelaskan secara singkat tetapi rinci perihal perjalanan sebuah hari kemenagan, Idulfitri dari hidup di era Persia Kuno hingga berada ditengah Pemeluk Islam modern.

i. Era Persia Kuno
= Menurut yang tertera dalam Ensiklopedia Islam, Pemeluk Perisa Kuno menganut Agama Zorotrianisme yang bertuhankan pada Ahuro Mazda (Bukan nama industri Otomotif) serta berkeyakinan terhadap Rasul mereka,…

= Serupa halnya seperti kita penganut Islam, mereka memiliki Hari Kemenangan bernama Nuwroz, ialah Tahun Baru Agama Zoroatrian. Tiap tahunnya pula, pada bulan Juni segenap Zoroastrian bakal berkumpul guna berkunjung di Pir’ e Sabz, yang terdapat diantara 2 gunung Iran, Ardakan dan Anjireh.

= beraneka ragam Pesta Wajib yang giat diselenggarakan seperti Maidyozarem( acara pertengahan musim semi), Maidyoshahem( acara pertengahan musim gersang), Paitishahem( acara membawa hasil panen), Ayathrem( acara membawa ternak mengangon), Maidyarem( acara musim salju), serta Hamaspathmaidyem( acara untuk semua insan hidup).

ii. Masa Masyarakat Arab Jahiliyah
= Awal mulanya hari raya Idulfitri bernama Nairuz dan Mahrojan yang dirayakan dengan sambutan pesta pora. Minum minuman memabukkan, beronggeng tarian perang, benrnyanyi, melantunkan puisi– puisi, adu ketangkasan dan tenaga termasuk beberapa ritual dalam pesta kedua hari raya tersebut.

= Hari Id Nairuz merupakan awal hari di mana kedudukan mentari berpindah ke titik garis Mesa( ekuinoks vernal). Sebaliknya Hari Id Mahrojan merupakan awal Bulan Libra. Jika dikonversikan ke dalam Bulan Masehi, sekitar 23 September – 23 Oktober. Umumnya kedua hari itu didetetapkan oleh pendeta agama setempat.

= Di hari- hari lain mendekati Nairuz serta Mahrojan, mereka akan menyajikan makanan- makanan dan sekantung koin Dinar( mata uang Arab dahulu) terhadap patung- patung sesembahan mereka selaku wujud loyalitas dan ketaatan pada tagut yang disembah.

iii. Era Islam mulai merekah di Tanah Orang Arab
+ Menurut Ensiklopedia Islam, Hari Raya Idulfitri dilaksanakan pada hari ke 17 Romadhon, Tahun Kedua Penanggalan Hijriah atau tahun 639 Penanggalan Nasrani. Dalam pertempuran itu, penganut Islam mencapai kemenangan. Sebanyak 319 Pasukan kaum Mukmin Anshor dan Mekkah harus melawan 1000+ pasukan Kalangan kufur Quroisy.

+ Pada tahun itu, Rasulullah SAW dan para sahib memperingati dua kemenangan, yaitu memenangkan Pertempuran Ba’ dar sehingga sukses membuat mundur kawanan kafir Quroisy yang tercerai berai dan sukses melibas hawa nafsu yang tertawan sepanjang bulan Suci Romadhon.

+ Pernah suatu kala Abu Bakar Ash- Shidiq menegur dua perempuan kaum Anshar sebab memukul- mukul rebana dalam merayakan Hari Raya Idulfitri Lanjutnya Rasulullah menarangkan pada Abu Bakar bahwasannya Tiap pemeluk memiliki cara masing- masing disaat menyelenggarakan Hari Penuh Kemenangan selama tidak mudarat bagi orang- orang yang turut serta dalam penyelenggaraannya.

+ Imam Ibnu Katsir juga sempat menjabarkan bagaimana perayaan Idulfitri berlangsung di masa Rasulullah SAW. Dalam satu buah riwayat hadis shahih, Sang Manusia mulia memperingati Idulfitri dengan penuh antusias walaupun dalam kondisi lelah sekali sampai- sampai beliau mesti bersandar dengan Bilal Bin Robbah.

III. kekhasan Hari Raya Idulfitri Di Sekian banyak Wilayah Internasional

Di Amerika Utara, terdapat budaya Idulfitri yang istimewa, ialah mengucurkan lampu- lampu bewarna hijau di Tower Empire State selaku penghormatan pada penganut Islam yang memperingati Idulfitri. Dalam perayaan hari bersih itu, Orang- orang Barat mengenakan busana Tradisional khas asal mereka. sesudah itu mereka hendak berangkat ke majelis– perkumpulan yang paling dekat untuk sembahyang.

Di negeri Turki, terdapat budaya menembakan bedil pekatu dan mercon tiap malam 1 Syawal dalam menyambut Idulfitri. serupa sekali dengan Adat Kalimantan Barat. Anak- anak kerap bertamu tiap rumah untuk menuturkan salam, dimana mereka rata- rata diberikan Baklava serta Lokum serta sepeser duit. Begitu juga dengan membaca ayat– ayat bersih Al– Quran di Masjid ataupun Musholla

Di negeri Malaysia, Singapura, serta Indonesia dikenal dengan” Hari Raya Puasa”,” Hari Raya Aidilfitri”,” Hari Raya Fitrah”. Sepanjang perayaan, bermacam sajian dihidangkan. sajian yang sangat terkenal dalam perayaan Lebaran di Indonesia merupakan kupat, yang benar—benar familiar di lidah orang Indonesia dan Malaysia. Tidak hanya itu pada malam sebelum Hari Raya Idulfitri, orang berumur dan anak belia senantiasa mendengungkan takbir di Langgar atau musholla.

Malam sebelum Idulfitri (Chand Raat) di Bangladesh, India, Pakistan, Orang- orang mengunjungi bermacam pasar malam dan pusat belanja untuk berbelanja kebutuhan hari raya bersama dengan keluarga. Para wanita belia kerap kali satu sama lain mewarnai tangan mereka dengan bahan tradisional Henna dan dan mengenakan ikatan yang warna- warni. Bagi Orang tua dan anak laki- laki berangkat ke masjid ataupun alun- alun terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, dilakukan sebelum salat Id.

Di Sudan, Suriah, Arab Saudi, serta sebagian negeri di Timur Tengah yang ada. Pemeluk Islam disana menghias rumah masing– masing, pertunjukan karnaval, kesusastraan, dan sejenisnya. Menu Idulfitri yang dihidangkan merupakan hidangan santapan gandum dengan sop sayur- mayur dan daging bumbu tradisional. Di Mekkah, Arab Saudi, diselenggarakan Sholat Id bersama disekitar Ka’bbah dan disambungkan dengan khotbah oleh imam dan keliling Ka’bbah.

Idulfitri di Iran malahan kurang semarak dibandingkan Idulfitri di lain tempat. Hal ini disebabkan Mayoritas Orang Iran menganut ajaran Islam Syiah. Sehabis melaksanakan Sholat Id dilanjutkan dengan bertamu ke kerabat atau berziarah ke makam serta membagikan makanan pada yang kurang mampu. Kebiasaan tersebut dilakukan oleh orang berstatus sosial sedang atau tinggi.

Di Inggris, Para pemeluk Islam biasanya harus menentukan hari Raya Islam dengan Hisab dan Rukyat atau mencari data di Islamic Centre terdekat ataupun Milis Islam. Rata- rata perkantoran, pertokoan, sekolah, serta pabrik membagikan hari libur spesial untuk Orang Islam yang bertugas disitu agar bisa berlibur ke rumah kerabat maupun pulang sesaat ke kampung laman.

IV. Keistimewaan Bulan Syawal yang bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri
a. Bulan Kembali Fitrah
Umat Muslim yang melaksanakan Puasa di Bulan Romadhon yang suci akan menemukan ampunan seluruh dosanya. Seperti yang diriwayatkan dari Bukhori dan Muslim, Nabi Muhamad pernah bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon berdasarkan iman meminta pahala dari Allah, maka dosa masa lalunya akan diampuni semuanya.”

b. Bulan Penuh kegembiraan
Pernah suatu ketika Nabi Muhamad Bertanya kepada para sahabatnya di jalan. Dia bertanya apakah mereka tahu 2 hari istimewa yang biasa mereka lakukan di masa Jahilyah. Mereka pun menjawab kalau Hari Nairuz dan Mahrojan adalah dua hari yang mereka melakukan pesta kejahilyahan di masa lalu. Maka Rosululloh memberi kabar gembira bahwa hari mereka diganti dengan yang lebih baik oleh Allah, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Selain itu juga bulan ini adalah kesempatan kita untuk bertemu keluarga saudara atau kerabat yang terpisahkan oleh jarak dan ruang untuk bermaaf-maafan dan berbagi momen.

c. Bulan Peningkatan Ibadah
Secara literal, Syawal berarti kenaikan ibadah selaku hasil penataran pembibitan bulan Romadhon alhasil ibadah yang dijalani lebih afdhol. Namun tidak berlaku yang memang benar-benar tidak berniat puasa.

d. Bulan Bertakbir kepada Allah
Nafi’a, sahabat Rosulululloh pernah bercerita jika Umar Bin Khottab keluar rumah untuk pergi sholat Id Idulfitri dan Id Adha, beliau membaca takbir sampai Imam Sholat datang dan dilanjutkan bertakbir bersama mengikuti Imam.

e. Puasa Syawal
Puasa Syawal sepanjang 6 hari sepadan saja dengan puasa sepanjang satu tahun penuh. Sebelum berpuasa Syawal, niat harus harus diucapkan biasanya sebelum tidur atau saat mulainya Puasa Syawal. berikut ini adalah niat puasa Syawal Sekarang dan esok hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Arti dari niat puasa Syawal hari ini: “saya bertekad melakukan puasa Syawal pada hari sekarang karena Allah Ta’ Ala.”

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Arti dari niat puasa Syawal har selanjutnya: “saya bertekad melakukan puasa Syawal pada hari selanjutnya karena Allah Ta’ Ala.”

f. Surah yang dibaca Rosululloh saat Hari Raya Idulfitri dan Iduladha
Umar Bin Khottab Rodhiyallohu’ anhu bertanya kepada Abu Waqits Laitsiy, “Surah apakah yang dibaca oleh Rosululloh saat kedua hari tersebut?” lantas Abu Waqits Laitsiy lantas menjawab, “pada kedua hari itu, Rasul membaca Surah Qof dan Surah Al-Qomar.

g. Sholat Id Idulfitri dan Id Iduladha termasuk Sholat Sunnah

Sholat Id dilakukan ketika matahari meninggi sekitar setinggi tubuh kita atau dimulai pukul 7.00 Pagi. Tata caaranya sama seperti sholat sunnah 2 rokaat pada umumnya. Yang membedakan hanya pada rokaat pertama melakukan Takbir Zawaid 7 kali dan rokaat kedua melakukan 5 Takbir Zawaid. Selesai Sholat dilanjutkan dengan Khotbah oleh Imam dan pulang ker rumah masing-masing.

V. Doa – doa yang dilafalkan di Hari Raya Idulfitri

~ Doa Menyambut Hari Raya Idulfitri
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Makna dari Doa menyambut Hari Raya Idulfitri: “Mudah-mudahan Tuhan menyambut kita dan kalian semua serta terimalah secara terbuka amalan bajik kita semua yang Maha Mulia dan semoga Tuhan menjadikan kita dan kalian semua termasuk orang yang kembali dan seorang pemenang serta diterima terbuka setiap tahunnya. Mudah – mudahan kamu semua selalu berada dalam kebajikan.”

~ Doa Malam Idulfitri
اللهم صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَآلِهِ مَصَابِيْحِ اْلحِكْمَةِ وَمَوَالِي النِّعْمَةِ ومَعَادِنِ اْلعِصْمَةِ وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَلَاتَأْخُذْنِيْ عَلَي غِرَّةٍ وَلَا عَلَي غَفْلَةٍ وَلَا تَجْعَلْ عَوَاِقبَ اَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً وَارْضَ عَنِّيْ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ وَاَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ وَاعْطِنِيْ مَالَايَنْفَعُكَ فَإِنَّكَ اْلوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ اْلبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ فَاعْطِنِيْ السَّعَةَ وَالدَّعَةَ وَاْلاَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَاْلمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَي وَافْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَي اَوْلِيَائِيْ فِيْكَ وَاعْطِنِيْ اْليُسْرَ وَلَاتَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ وَاَعِمَّ بِذَلِكَ اَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَاِخْوَانِيْ فِيْكَ وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ

Makna dari Doa Malam Idulfitri: “Ya Tuhanku kasihilah anugerah-Mu kepada sang Manusia Mulia beserta sanak keluarganya, penyelesaian-Mu yang berarti, pengamanan-Mu yang terpercaya. Jagalah diriku dari segala yang kurang baik, jangan hukum aku jika aku masih dalam kecerobohan dan kelengahan.
Janganlah kau jadikan urusanku berbentuk rugi dan sesal . Ridhoilah aku. Sesungguhnya ampunan-Mu pada orang – orang zalim juga pada diriku.
Ya Allah ampunilah dosa – dosaku yang tidak membuntung-Mu, berikanlah aku anugerah yang tak bermanfaat bagi-Mu. Sesungguhnya rahmat – rahmat-Mu amat sangat luas, hikmah pelajaran-Mu indah. Berilah aku keluasan, ketenangan, keamanan, kesehatan, rasa syukur, perlindungan dan ketakwaan.
Limpahkanlah ketabahan dan rasa jujur kepadaku, kepada kekasih-kekasihku oleh-Mu. Berilah aku kemudahan dan jangan ikutkan bersamanya kesusahan.
Sorotilah aku dengan karunia-karunia tersebut kepada keluarga, anak, saudara-saudara/i oleh-Mu dan para orang tua yang melahirkan dari kaum Muslimin/Muslimat serta kaum Mukminin/Mukminat.

~ Doa Mandi di Hari Raya Idulfitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Makna dari Doa Mandi di Hari Raya Idulfitri: “aku bertekad mandi wajib pada Hari Raya Idulfitri, Sunnah karena Allah Ta’ ala”

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!