APAKAH USAHA ANDA HARUS DIDAFTARKAN?

       Pada dasarnya pendaftaran usaha tergantung dari kebutuhan bisnis yang Anda jalani. Apabila Anda mempunyai bentuk usaha tertentu, walaupun merupakan industri skala rumahan. Oleh karena itu bila suatu saat Anda ingin bekerjasama dengan pihak lain, mengikuti tender perusahaan besar, sebagai pemasok, atau kontraktor untuk berbagai sektor industri.

       Meskipun begitu, jika skala perusahaan Anda dapat dikatakan dalam skala mikro, tidak diwajibkan untuk membentuk suatu usaha tertentu. Perihal tersebut sudah diatur pada Pasal 6 ayat (1) huruf b UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan. Sehingga untuk perusahaan kecil perorangan yang dijalankan sendiri oleh pemiliknya, atau yang mempekerjakan anggota keluarganya sendiri, yang terdekat, tidak memerlukan izin, serta bukan suatu badan hukum atau persekutuan, sehingga tidak wajib mendaftarkan usahanya.

       Hal tersebut juga ditegaskan pula dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 46/M-DAG/PER/9/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (“Permendag 46/2009”), tentang perusahaan dengan skala mikro, tidak wajib untuk mempunyai SIUP. Suatu usaha dapat disebut sebagai perusahaan dengan skala mikro jika memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Usaha nya perseorangan atau persekutuan;
  2. Pada kegiatan usaha diurus, dijalankan, dikelola sendiri oleh pemiliknya atau anggota keluarga/kerabat terdekat; dan
  3. Mempunyai kekayaan bersih paling banyak sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

       Akan tetapi, dalam Pasal 4 ayat (2) Permendag 46/2009 juga mengatur tentang Perusahaan Perdagangan Mikro yang dapat diberikan SIUP Mikro, jika dikehendaki yang bersangkutan. Selanjutnya, apabila usaha tersebut telah terdaftar baik dalam bentuk CV , PT atau bentuk lainnya.  Maka, perusahaan tersebut akan mempunyai Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) atas nama perusahaan tersebut. Kemudian, setelah perusahaan tersebut memiliki NPWP atas nama perusahaannya, maka usaha tersebut berkewajiban untuk membuat laporan terkait penghasilan yang dicapai nya secara berkala (setiap bulan). Meskipun pada bulan yang bersangkutan penghasilannya NIHIL.

    Terkait pengenaan pajak kepada konsumen, berarti usaha tersebut wajib untuk mengajukan  surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak “PKP). Pengusaha Kena Pajak (PKP) merupakan Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan perubahannya, hal tersebut tidak termasuk Pengusaha Kecil yang untuk batasannya  sudah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang telah memilih untuk ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Apabila perputaran usaha Anda dapat dikatakan kurang dari Rp600 juta/tahun, sebenarnya tidak wajib untuk mempunyai PKP. Meskipun usaha Anda masih skala kecil atau perusahaan perorangan, Anda diperbolehkan untuk mengajukan PKP. Sehingga berhak untuk mengenakan PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) pada setiap penjualan barang atau jasa yang Anda lakukan. Akibatnya,  bila Anda mempunyai  PKP maka Anda harus membuat laporan bulanan secara berkala,dari jumlah PPN yang Anda kenakan di setiap bulannya.

 

Created by Aprilia Rahma

Refrensi : https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl5201/dasar-hukum-untuk-usaha-rumahan/

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!