Bolehkah Startup Digital Menggunakan Virtual Office Sebagai Domisili Usaha?

       Virtual office (VO) marak digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk domisili usaha, termasuk perusahaan rintisan atau startup. Perlu diketahui, untuk startup digital yang ingin melakukan kegiatan penyelenggaraan laman web (website) atau aplikasi untuk tujuan komersial, startup itu tidak bisa menggunakan Virtual Office sebagai domisili usaha.

       Hal Itu disebabkan startup yang melakukan penyelenggaran laman web atau aplikasi termasuk kedalam kategori kegiatan industri. Sebagaimana pengertian dalam Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian (UU Perindustrian) yang berbunyi:

       “Teknologi industri adalah hasil pengembangan, perbaikan invensi, dan/atau inovasi dalam bentuk teknologi proses dan teknologi produk termasuk rancang bangun dan perekayasaan, metode, dan/atau sistem yang diterapkan dalam kegiatan industri”

       Hal itu juga masuk dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Penerbitan Izin Usaha Industri Dan Izin Perluasan Dalam Kerangka Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Permenperin 15/2019) yang berbunyi:

        “Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri”

       Dari dua pernyataan tersebut bisa kita simpulkan, kegiatan usaha yang dijalankan oleh startup digital termasuk kegiatan industri. Karena kegiatan startup tersebut menghasilkan sesuatu (portal web atau aplikasi) yang mempunyai nilai lebih tinggi dengan mengelola sumber daya yang ada.

       Jadi, karena termasuk dalam kategori kegiatan industri, maka startup digital dalam menjalankan usahanya memerlukan izin usaha industri (IUI). Dalam hal mengurus IUI ada pemenuhan komitmen yang wajib dipenuhi oleh startup agar IUI dapat berlaku efektif. Sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Permenperin 15/2019 (Permenperin 30/2019), startup yang telah memiliki IUI wajib memenuhi komitmen sebagai berikut:

  1. Memiliki akun SIINas;
  2. Wajib berlokasi di kawasan Industri/memiliki surat keterangan bagi yang dikecualikan dari kewajiban berlokasi di kawasan industri;
  3. Menyampaikan data industri;
  4. Verifikasi teknis/menyampaikan pernyataan siap beroperasi untuk industri kecil.

Adapun pengecualian dari kewajiban berlokasi di kawasan industri tersebut sebagai berikut:

  1. Perusahaan yang berlokasi di daerah kabupaten/kota belum memiliki kawasan industri;
  2. Termasuk klasifikasi industri kecil dan industri menengah yang tidak berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak luas;
  3. Merupakan industri yang menggunakan bahan baku khusus dan/atau proses produksinya memerlukan lokasi khusus.

       Jika pemenuhan komitmen tersebut tidak dilakukan, maka startup dilarang melakukan kegiatan usaha. Bagi startup yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan denda administratif (Pasal 23 Permenperin 30/2019).

Sebagai informasi tambahan, IUI berlaku untuk startup yang melakukan kegiatan:

  1. Penerbitan perangkat lunak;
  2. Aktivitas pemrograman komputer;
  3. Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya;
  4. Aktivitas hosting;
  5. Aktivitas pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (E-commerce).

       Berdasarkan penjelasan tersebut maka kegiatan usaha penerbitan aplikasi atau kegiatan teknologi lainnya dikategorikan sebagai industri. Artinya, startup digital wajib memiliki kantor di kawasan industri, tetapi dikecualikan jika startup digital berada di daerah yang tidak mengatur zonasi industri. Dikarenakan adanya kewajiban pemenuhan komitmen harus berlokasi di kawasan industri, maka startup digital dilarang menggunakan VO sebagai domisili usaha.

Recreated by Fatah

Sumber: https://smartlegal.id/badan-usaha/vo/2020/07/14/bolehkah-startup-digital-menggunakan-virtual-office-sebagai-domisili-usaha/

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!