Sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak, memiliki suatu kewajiban untuk sebisa mungkin paham dengan seluruh peraturan dan pelayanan produk hukum yang diperlukan wajib pajak. Apa pun jabatannya, wajib pajak berpandangan bahwa seluruh pegawai pajak haruslah penuh keterampilan dan pengetahuan terkait aspek perpajakan. Tugas pokok pegawai pajak memanglah memberikan pelayanan perpajakan yang sesuai dengan Nilai-Nilai Kementerian ialah pelayanan prima yang membuat pengguna layanan menjadi puas diiringi usaha yang terus melaksanakan perbaikan untuk mencapai kesempurnaan. Menjalankan tugas teratur dengan tepat waktu ialah kewajiban yang semestinya dijalankan. Semua itu belum tentu cukup.

       Perubahan merupakan suatu hal yang tentu terjadi. Perubahan merupakan satu perihal yang tetap tak berubah di dunia ini. Tugas dan tanggungjawab pegawai Direktorat Jenderal Pajak pasti berubah pula seiring berjalannya waktu. Yang tadinya mengerjakan tugas rutin secara tepat waktu sudah lumayan dan bisa dinilai berkinerja baik, saat ini hal itu merupakan yang lumrah dan kurang menarik perhatian. Saat, nyaris seluruh pegawai telah menjalankan tugas dengan baik dan tepat waktu. Entah karena serius niat dari hati atau karena demi penilaian atasan yang lebih baik, tidak apa-apa. Asalkan berkontribusi baik untuk kantor, sebenarnya bukan suatu yang harus diperdebatkan. Sekarang ini memang tidak mudah untuk pegawai mendapatkan nilai sebagai pegawai yang berkinerja baik.

       Bagi pegawai yang ingin mendapat perhatian dari rekan kerja dan atasan, harus berani melakukan terobosan dan selalu mendapat nilai tambah dari setiap penugasan yang diberikan. Menjalankan tugas dengan baik akan membuat seorang pegawai mendapat kepercayaan untuk melakukan tugas baru yang selanjutnya. Penugasan baru secara tidak langsung akan menambah softskill. Nilai jual seorang pegawai ialah saat mempunyai soft skill khusus dan tidak dimiliki orang lain. Soft skill yang mendukung kinerja pegawai Direktorat Jenderal Pajak dalam menghadapi era dunia maya adalah kemampuan menulis, fotografi, dan editing.

       Menguncup ke kemampuan menulis, ini menjadi penting mengingat instansi Direktorat Jenderal Pajak sudah merilis situs web baru untuk mendukung penyebaran informasi yang lebih luas dan melewati batas jarak, ruang, dan waktu. Adanya kekuatan media elektronik dan media sosial, selain penyebaran informasi yang terpercaya juga sekaligus membangun citra instansi di dunia maya. Penyegaran situs www.pajak.go.id dijalankan setiap saat dengan selalu meng-upload konten tulis setiap harinya. Baik artikel, berita, ataupun flash foto yang dikirim di situs tersebut berisi kegiatan kantor instansi vertikal di daerah, ide maupun gagasan perpajakan, isu hangat serta viral yang berdampak pada pengaruh masyarakat terhadap pajak.

       Penulisnya adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak sebagai wujud kontribusi pegawai atas upaya publikasi dan penyuluhan tidak langsung. Melalui unggahan tulisan, proses penyuluhan dan sosialisasi menjadi lebih mudah sebab tidak dilakukan secara tatap muka sehingga menghemat waktu dan biaya dengan hasil yang lebih maksimal. Untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas konten tulis yang dipublikasikan di situs pajak, Direktorat Jenderal Pajak mendorong diadakannya pelatihan membuat konten dan memberikan beberapa bentuk penghargaan kepada pegawai. Setiap Kantor Wilayah DJP secara periodik menyelenggarakan lokakarya pelatihan menciptakan konten dengan mengundang narasumber berkompeten dari berbagai pihak.

       Mulai dari penulis senior internal DJP serta eksternal, golongan jurnalis sampai media massa cetak serta elektronik. Usaha lain demi meningkatkan kualitas dan kuantitas konten tulis pada website pajak ialah merekrut pegawai milenial untuk turut berkontribusi memberikan sebuah ide berbentuk tulisan. Biasanya, anak muda selalu memiliki ide-ide segar serta brilian yang kerapkali tidak terpikirkan oleh pegawai yang lebih senior. Mempunyai sifat kritis, selalu ingin tahu akan hal baru dan peka terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar adalah modal utama untuk memulai menulis konten. Selain itu, kehidupan anak muda tidak lepas dari teknologi yang semakin canggih dapat mempermudah mereka untuk mengunggah konten tulis yang baru saja dibuat. Mereka hanya memerlukan motivasi untuk memulai menulis.

       Apabila semua itu sudah, para pegawai milenial hendak menjadi kontributor konten yang sangat produktif. Setiap tahun Humas Kantor Pusat DJP juga menyelenggarakan kejuaraan lomba konten paling banyak yang diikuti semua Kantor Wilayah DJP. Pada tahun 2018, pemenang lomba konten paling banyak pada website pajak ialah Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II. Dalam tingkat pribadi Humas Kantor Pusat DJP akan mengundang pula kontributor konten paling banyak serta paling aktif di website pajak untuk berpartisipasi Lokakarya Penulisan Artikel Perpajakan. Di situlah penulis-penulis DJP paling aktif berkumpul dalam suatu forum untuk saling bertukar pikiran dan membahas isu yang sedang hangat dan ramai dibicarakan. Pada tahun 2019, Lokakarya Penulisan Artikel Reformasi Perpajakan sudah diselenggarakan di Bandung pada tanggal 13-15 Februari 2019.

       Segala usaha sudah dijalani oleh Direktorat Jenderal Pajak dan kantor instansi vertikalnya di daerah, maka diharapkan terus meningkatkan performa publikasi serta kualitas dan kuantitas konten tulis pada situs pajak sebagai bagian dari kinerja pelaksanaan fungsi penyuluhan serta kehumasan. Adanya kinerja kehumasan dan pelayanan yang baik, secara tak langsung akan meningkatkan penyebaran informasi sehingga wajib pajak dapat semakin mendapatkan pelajaran dalam melakukan hak dan kewajiban perpajakannya.

Created by Mutiara Zanky

https://www.pajak.go.id/id/artikel/ujung-pena-instansi-pajak

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!