GUNAKAN NPWP USAHAWAN DENGAN BENAR

Membuat NPWP usahawan dipermudah

     Persyaratan pembuatan NPWP usahawan berpaku pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2018 mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 mengenai Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak.

   Perbedaan yang spesifik ialah dihapusnya kewajiban surat keterangan usaha yang dikeluarkan minimal oleh pejabat lurah/kepala desa setempat. Kemudian, kebijakan bahwa apabila data pendaftar bisa ditemui dalam basis data kependudukan, diperbolehkan tidak mencantumkan fotokopi KTP.

   Hal ini sangat mempermudah seseorang mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP usahawan sebagai persyaratan pengajuan pinjaman di Bank, atau melakukan transaksi dengan lembaga keuangan non Bank. Apabila di kupas lebih lanjut, terdapat satu tahap pengawasan yang dihapus, yakni pengawasan dari pihak kelurahan setempat.

       Bila tadinya terdapat kontrol yang menunjukkan bahwa pendaftar NPWP betul-betul memiliki usaha dan terlihat mampu untuk membayar angsuran pinjaman. Saat ini, pendaftar lebih bebas dan mudah untuk memperoleh NPWP usahawan untuk tujuan tertentu.

Upaya habis manis sepah dibuang

      Saat proses pendaftaran, calon wajib pajak diberikan pembelajaran terkait hak dan kewajiban sesudah terdaftar sebagai wajib pajak usahawan. Kewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5% dari omzet tiap bulan PPh Final PP 23/2018 (PPh UMKM), waktu dan cara untuk membayarnya. Kewajiban memberikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, hingga kemungkinan sanksi perpajakan apabila tidak menjalankan yang seharusnya.

    Calon wajib pajak yang betul-betul memiliki usaha yang layak, membayar angsuran pinjaman Bank dengan mampu dan PPh Final UMKM tak akan jadi masalah. Melalui pengisian pada kolom penghasilan bruto perbulan yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya, pendaftaran NPWP bisa secepatnya diproses.

      Yang kerap jadi permasalahan ialah ketika calon wajib pajak yang ingin memperoleh NPWP hanya sebagai ‘syarat formal’ untuk bisa meminjam modal dengan suku bunga kecil dari Bank. Jumlah penghasilan bruto diisi sekecil mungkin, bahkan jauh di bawah nilai angsuran pinjaman Bank perbulan merupakan indikasi awal untuk calon wajib pajak jenis ini.

     Dapat diprediksi bahwa mereka akan nampak ragu ketika diberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban menjadi wajib pajak. Penjelasannya ialah bahwa NPWP berlaku seumur hidup, bukan hanya ketika mereka memiliki utang di Bank atau lembaga keuangan non Bank. Persyaratan penghapusan NPWP hanya bisa dihapus apabila wajib pajak meninggalkan Indonesia atau meninggal dunia, membuat calon wajib pajak kategori ini berpikir kembali. 

Upaya menghindar membayar pajak

       Bermacam cara yang dijalani calon wajib pajak untuk menghindari kewajiban membayar PPh UMKM. Ada yang menganggap dengan pengajuan Non Efektif (NE) sesudah memperoleh NPWP akan menghapus kewajiban pajaknya, tetapi hal itu tidak semudah yang dikira, dibutuhkan verifikasi lapangan atas permohonan NE tersebut.

     Apabila memang masih terdapat penghasilan, maka permohonan ini akan ditolak. Apalagi bila tertangkap adanya transaksi-transaksi keuangan atau masih mampu membayar angsuran pinjaman. Secara logika, gimana seseorang dapat memenuhi keperluannya bila tidak memiliki penghasilan.

      Metode alternatif yang terkini ialah melakukan perubahan pada Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) menjadi jenis wajib pajak karyawan dengan harapan bebas dari kewajiban pembayaran PPh Final UMKM setiap bulan. Sebagaimana pada PER-20/PJ/2013 dipaparkan bahwa untuk merubah data menjadi wajib pajak karyawan diwajibkan mencantumkan surat keterangan dari perusahaan pemberi kerja. Selanjutnya, klarifikasi SPT Masa PPh Pasal 21 pemberi kerja bila dibutuhkan untuk menunjukkan kebenaran seorang betul-betul menjadi karyawannya atau bukan.

      Ketika upaya yang dijalani gagal, banyak yang mengeluh dan akhirnya menjelaskan terkait niat pembuatan NPWP usahawan bahwa kenyataan usaha mereka belum berjalan atau belum memenuhi kriteria mendapat pinjaman Bank.

      Pertanyaannya ialah siapa yang mengajarkan para pendaftar NPWP untuk menjalankan upaya-upaya tersebut. Entah oknum dengan tujuan tertentu atau mereka berpikir sendiri sehingga tetap berani mendaftarkan diri menjadi wajib pajak meskipun sebenarnya belum layak.

Beban ganda

      Wajib pajak jenis ini sebenarnya akan merugikan diri sendiri, kebanyakan usaha belum berjalan ataupun belum layak, cenderung memakai uang pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Tidak terpikir sebelumnya mengenai kewajiban mengangsur pinjaman dengan bunga, dan membayar PPh Final UMKM setiap bulan.

    Menjadi wajib pajak memang hak semua orang, namun memenuhi ketentuan obyektif tidak boleh diacuhkan hanya untuk mencapai tujuan sesaat. Pajak memiliki asas keadilan, salah satunya adalah pajak dikenakan dari orang yang mampu, bukan dari orang yang ‘belum mampu’.

Created by Mutiara Zanky

https://www.pajak.go.id/id/artikel/jangan-salah-gunakan-npwp-usahawan

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!