Masih Bingung Cara Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi? Begini Caranya !

Haloooo, Salam Pajak Sahabat Mitra Sekaliannnn…..!!

Sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Perpajakan, Surat Pemberitahuan (SPT) berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan Pajak baik yang dilakukan Wajib Pajak sendiri maupun melalui mekanisme pemotongan dan pemungutan yang dilakukan oleh pihak pemotong/pemungut, melaporkan harta dan kewajiban, dan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan dan pemungutan Pajak yang telah dilakukan.

Pasti sahabat Mitra masih ada yang kebingungan sebagai pemula dalam tata cara pelaporan SPT PPh Orang Pribadi yaa??Oleh karena itu, saya akan membahas topik tersebut dalam artikel kali ini supaya Sahabat Mitra tidak akan bingung lagi dalam melaporkan SPT nya. Pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi dilakukan setiap tahun dengan ketentuan berdasarkan jumlah penghasilan dan jenis penghasilan dari pemberi kerja dan usaha bebas. Yuk kita bahas satu persatu.

  1. Cara Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp 60.000.000,00 setahun, (karyawan perusahaan). Wajib pajak hanya perlu mengisi 1 formulir 1770 SS. Data dasar untuk mengisi adalah bukti pemotongan PPh form 1721-A1 atau 1721-A2.

  1. Cara Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penghasilan bruto lebih dari Rp 60.000.000,00 setahun, (karyawan perusahaan). Formulir pelaporan adalah formulir 1770 S. Data dasar pengisian adalah bukti pemotongan PPh Formulir 1721-A1 dan/atau dari Formulir 1721-A2 dan/atau Bukti Pemotongan PPh Pasal 21, tidak termasuk PPh Pasal 21 yang bersifat final.

  1. Cara Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak yang memiliki penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dan juga dari pemberi kerja lain. Formulir pelaporan adalah Formulir 1770. Data dasar pengisian bisa dari Formulir 1721-A1 dan/atau dari Formulir 1721-A2 dan/atau Bukti Pemotongan PPh Pasal 21, tidak termasuk PPh Pasal 21 yang bersifat final dan atau dengan SSP atas penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas.

  1. Cara Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak dengan e-Filling. Wajib pajak hanya harus mendaftar ke KPP dan secara online di pajak.go.id. Lalu wajib pajak akan mendapatkan e-FIN (Electronic Filling Identification Number) dan registrasi e-FIN tersebut di https://djponline.pajak.go.id/registrasi Lalu pelaporan SPT bisa dilakukan melalui e-Filling.

Nah, begitu mudah bukan??Semuanya bisa kita lakukan asal kita paham mengenai aturannya. Yuk kunjungi website kami agar Sahabat Mitra semakin update tentang perkembangan Pajak serta wawasan lainnya yang berhubungan dengan Pajak.

Sekian dulu informasinya yaa, nantikan informasi lebih lanjut di website kami. Semoga informasi yang tadi dapat bermanfaat untuk Sahabat Mitra.

Salam Pajak Sahabat Mitra !

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

On Key

Related Posts

Lapor Pajak

Daftar Isi1 METODE LAPOR PAJAK1.1 Bagaimana Cara Melapor SPT Badan?1.2 Panduan Aktivasi EFIN1.3 Cara Lapor SPT Tahunan Online Badan1.4 Cara Lapor SPT Tahunan Online Individu

Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

Di Indonesia, bentuk perusahaan yang cukup sering di dengar serta banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) dan juga Perseroan Komanditer (CV). Pelaku

Virtual Office

Perkembangan teknologi yang membuat orang-orang bisa bekerja secara remote dari manapun mereka berada dengan menggunakan internet dan platform-platform yang sudah tersedia saat ini  membuat adanya

Buka WhatsApp
by PT MITRA NIAGA KORPORINDO
Hallo, Chatting via WhatsApp yuk.. GRATIS..!!!